Copyright © Mencoba Tampan
Design by Dzignine
Tuesday, January 13, 2015

Rumah

          Suami nya sekarang di luar kota. Sudah dua bulan berpisah semenjak suaminya berangkat ke jambi untuk urusan kerja. Sesekali dia terlihat murung dan tiba-tiba marah. Anak nya yang pertama sekarang duduk di kelas satu sekolah dasar. Sedangkan yang nomor dua tiga tahun jarak nya dengan anak yang pertama. Begitupun nomor tiga terhadap nomor dua.

          Berkali-kali dia terlihat menyibukkan diri. Mencuci piring yang menumpuk, menyapu ruang tengah yang berserakan, hingga merapikan mainan anak-anaknya --yang dirapikan setiap saat. Seperti ibu rumah tangga kebanyakan tapi tidak seperti ibu rumah tangga kebanyakan. Suaranya yang rendah dan lemah memantul dengan nada tinggi di antara perabotan dan dinding rumah. "Plak!" Tiba-tiba anak nomor satu meraung sambil memeluk dirinya sendiri. "Plak!" Anak nomor dua terpaku disudut pintu sambil memperhatikan sekeliling rumah dari balik jemari kecil nya. Tak bersuara.

          "Aku mau dibelikan rumah!" Pintanya melalui telfon genggam. Suaranya memenuhi seisi rumah. Lagi. Rambut nya yang kusut dan wajah yang berminyak sesekali diusap pelan sambil tetap berbicara. Sekarang nada nya melemah. "Kamu pelit!" Kata terakhir yang keluar sebelum dia meletakkan telfon genggam nya di sebelah televisi.

Insp: Ernest Hemingway - Cat in the rain (writing style)

0 komentar:

Post a Comment