"Ada dua perempuan dalam diriku: dia yang selalu mengharapkan segala kesenangan, nafsu, dan petualangan hidup. Dan dia yang ingin menjadi budak rutinitas, mengabdikan diri kepada keluarga, dan menekuni berbagai hal yang bisa direncanakan dan diwujudkan. Aku perpaduan seorang perempuan rumahan dan perempuan sundal, keduanya hidup di dalam tubuh yang sama, dan tak henti-hentinya berkelahi." - hal 198 (catatan harian Maria)
Sepenggal paragraf dari catatan harian Maria, seorang pelacur muda, yang sangat sadar bahwa dirinya adalah seorang pelacur; di tengah perjalanan hidupnya.
Selain menggambarkan kepribadian Maria yang menarik (Wanita yang telah cukup matang 'luar - dalam' melampaui usianya, seorang pencinta yang selalu membayangkan cinta sejati, seorang positive-thinker, dll), penulis juga menyampaikan bagaimana dunia ini diatur oleh waktu Sebelas Menit yang dihabiskan orang-orang tiap malam: Kadang bersama pasangan dan kadang bersama penjaja seks di pinggir jalan. Demi sebuah pelampiasan atau cuma untuk kesenangan sesaat, terserah yang mana, namun dalam buku ini Coelho banyak menyampaikan bagaimana sisi lain dunia melalui pandangan Maria atau curhatan pelanggan Maria, baik itu tersirat maupun tersurat.
Buku ini ditulis dengan menggunakan alur maju: bagaimana kehidupan Maria dari desa hingga bertemu cinta sejatinya. Sudut pandang yang digunakan juga enak: Orang ketiga filter tokoh (walau dibeberapa bagian berganti sebagai narator yang serba tau namun tetap saja dengan gaya penceritaan Coelho, buku ini jadi menarik).
Baca sendiri aja deh. Cetakan keenam sekarang sedang banyak beredar di Gramedia sebagai perayaan 25th anniversary Paulo Coelho.
